Sabtu, 31 Desember 2011

Mengenal Arti dan Makna Kehidupan

Kehidupan yang Sementara

Banyak orang terlalu serius mengurusi kehidupan di dunia, padahal hidup di dunia ini hanyalah sementara. Ini yang sering dilupakan oleh manusia. Lupa mengingat sebuah perjalanan kehidupan hakiki setelah hidup di dunia. Kurang cerdas mengenal dan mengetahui makna dari kehidupan itu sendiri. Hidup di dunia diibaratkan kita sedang bercocok tanam di ladang, dan kelak hasil dari cocok tanam tersebut akan kita tuai pada kehidupan setelah mati, yakni kehidupan di akhirat. Hidup di dunia hanya senda gurau, permainan yang tak lebih hanya sebagai terminal kehidupan menuju sebuah hidup yang lebih kekal dan hakiki.

Adanya kehidupan setelah mati merupakan hal yang wajib dipercaya oleh mereka yang memiliki agama. Segala bentuk tindakan yang pernah kita lakukan selama di dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Inilah yang menyebabkan kita tak boleh begitu larut dengan indahnya kehidupan dunia. Sebab akan ada proses hitung-hitungan nanti oleh manusia. Inilah makna kehidupan yang sesungguhnya. Indahnya gemerlap kehidupan di dunia sering membuat manusia lupa dengan hakikat dan makna kehidupan. Manusia merasa seolah mereka akan hidup selamanya di dunia. Mereka lupa bahwa akan ada kehidupan sejati yang akan dilalui. Segala bentuk ketidakadilan yang dialami manusia selama di dunia akan diadili di akhirat kelak. Di sanalah pengadilan yang tak akan pernah sedikit pun menzalimi para peserta pengadilan tersebut.

Manusia penting mengingat mati, sebab itu akan mendorong dirinya cerdas dalam menghadapi segala hal kehidupan di dunia. Ia tak akan tertipu dengan kemewahan dunia. Bahkan dikatakan bahwa orang yang paling pintar adalah orang yang selalu rajin mengingat kematian atau disebut juga dengan Zikrul Maut. Sebab kematian adalah sesuatu yang rahasia, hanya Allah yang tahu kapan seorang hamba akan ia panggil kembali.

Arti Sebuah Kehidupan

Apakah arti dan makna kehidupan itu? berikut ini beberapa pengertian singkat mengenai makna kehidupan yang dapat memberikan pelajaran dan manfaat bagi manusia:

1. Hidup adalah untuk beribadah. Beribadah merupakan salah satu bentuk dari cara manusia bercocok tanam di muka bumi untuk kemudian menuai hasilnya kelak di akhirat. Beribadah yang dilakukan manusia meskipun sebagai bentuk perintah dari Tuhan, tak lain manfaatnya adalah untuk manusia itu sendiri. Tuhan tak akan pernah kurang kemuliaan-Nya seandainya saja seluruh manusia di muka bumi ini tidak menyembah-Nya. Tuhan tetap akan Esa dan memiliki segala kekuasaan dan kebesaran. Ibadah yang dilakukan manusia untuk kepentingan manusia itu sendiri.

2. Hidup untuk menjadi khalifah bagi bumi. Salah satu tugas penting manusia diciptakan dimuka bumi adalah untuk menjadi pemimpin dan memakmurkan bumi dan alam semesta. Manusia diberi amanah oleh Tuhan untuk mengelola alam semesta yang begitu kaya. Fakta yang terjadi justru manusia yang kerap melakukan kerusakan terhadap alam semesta itu sendiri. Kesalahan manusia yang tidak amanah terhadap tugasnya menyebabkan kemurkaan Tuhan, dan akhirnya bencana pun terjadi dimana-mana. Bencana tersebut terjadi akibat kesalahan dari tangan-tangan manusia itu sendiri dalam mengelola dan memanfaatkan alam semesta. Manusia terkadang terlalu rakus dalam memerah hasil-hasil sumber daya alam.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar